CINTA SEBULIR BERAS

 

“Dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan,’ (HR At-Tirmidzi).

Bagi umat Islam, bersedekah pada bulan Ramadan sama artinya mendapat berkah dari hartanya, pahala berlipat ganda, dan bebas dari siksa kubur. Apalagi Ramadan tahun ini, kita masih dalam keadaan prihatin karena wabah Covid 19 yang masih mengancam bangsa ini bahkan dunia. Tidak dapat dielakkan roda perekonomian pun menjadi terpuruk.

Berangkat dari hal tersebut, SDN 1 Nagrikidul mengadakan kegiatan sosial di bulan suci penuh berkah ini, diberi nama pembagian “Beas Kaheman.” Kegiatan dibuat dengan mengajak partisipasi seluruh siswa. Diharapkan hal tersebut dapat menumbuhkan rasa empati serta menanamkan kebiasaan berbagi pada para siswa sejak usia dini.

Dalam kegiatan pembagian Beas Kaheman, Setiap siswa diminta memberikan sumbangan beras. Beras yang terkumpul kemudian dibagikan kepada para siswa SDN Nagrikidul sendiri, yang tentunya dianggap patut untuk menerima bantuan, seperti anak yatim serta siswa yang kurang mampu. Bukan hanya para siswa, tetapi warga sekitar SDN Nagrikidul juga mendapatkan pembagian beras “Baes Kaheman” tersebut.

Kegiatan yang dilangsungkan menjelang lebaran, berjalan sukses dan penuh suka cita. Semoga kegiatan ini akan terus diadakan di setiap bulan Ramadan tahun-tahun mendatang, dan bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain.

Adapun hikmah memberi adalah yang pertama, yaitu dimudahkan rezeki dalam arti kebaikannya dilipat-gandakan. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran)

penulis : Hayatinnupus, M.Pd